Kamis, Juni 4, 2026
SLB AKIRRA 2 KABUPATEN CIREBON
  • Home
  • Profil
    • Latar Belakang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tentang Kami
  • Modul
    • Modul Tamanan
    • Modul PKKN
    • Modul Matematika
    • Modul Projek
  • Berita
  • Kelas
  • Galery Kegiatan
  • Kesiswaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Latar Belakang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tentang Kami
  • Modul
    • Modul Tamanan
    • Modul PKKN
    • Modul Matematika
    • Modul Projek
  • Berita
  • Kelas
  • Galery Kegiatan
  • Kesiswaan
No Result
View All Result
SLB AKIRRA 2 KABUPATEN CIREBON
No Result
View All Result
Home Uncategorized

IN HOUSE TRAINING

Dengan Tema : Identifikasi, Asesmen anak berkebutuhan khusus dan implementasi pembelajaran mendalam di SLB dengan Moderator Dr. Deded Koswara, S.Pd, M.M.Pd

SLB Akirra 2 Kabupaten Cirebon by SLB Akirra 2 Kabupaten Cirebon
Agustus 27, 2025
in Uncategorized
0
IN HOUSE TRAINING
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dengan Tema : Identifikasi, Asesmen anak berkebutuhan khusus dan implementasi pembelajaran mendalam di SLB dengan Moderator Dr. Deded Koswara, S.Pd, M.M.Pd

Pendahuluan

  • Pendidikan Luar Biasa (PLB) memiliki peran penting dalam memastikan layanan pendidikan yang adil dan setara.
  • Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) membutuhkan proses identifikasi dan asesmen yang akurat untuk mengetahui karakteristik, potensi, dan hambatan belajar mereka.
  • Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di SLB menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, serta kemandirian anak sesuai kemampuan dan tahap perkembangannya.
  1. Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

Identifikasi adalah langkah awal dalam mengenali kebutuhan khusus anak.

  • Tujuan: Mengetahui ada tidaknya hambatan perkembangan atau perbedaan kemampuan.
  • Aspek yang diidentifikasi:
    • Perkembangan kognitif
    • Bahasa & komunikasi
    • Perkembangan motorik (halus & kasar)
    • Sosial-emosional
    • Sensori (pendengaran, penglihatan)
  • Metode Identifikasi:
    • Observasi guru & orang tua
    • Wawancara dengan orang tua
    • Screening test sederhana (misalnya Denver II, SDQ, atau alat skrining SLB)
    • Rujukan dari tenaga kesehatan/psikolog
  1. Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus

Asesmen adalah proses sistematis untuk menentukan kebutuhan belajar anak.

  • Jenis Asesmen:
    1. Asesmen Diagnostik – untuk mengetahui jenis hambatan (autis, tunagrahita, tunanetra, tunarungu, ganda, dsb).
    2. Asesmen Kebutuhan Khusus – melihat kekuatan dan kelemahan anak dalam aspek akademik maupun non-akademik.
    3. Asesmen Kurikuler – mengukur kemampuan dasar akademik, misalnya literasi, numerasi, keterampilan vokasional.
    4. Asesmen Fungsional – fokus pada kemandirian (ADL: Activity of Daily Living).
  • Prinsip Asesmen di SLB:
  • Holistik (mencakup semua aspek perkembangan)
  • Individual (berdasarkan profil anak)
  • Kolaboratif (guru, orang tua, tenaga medis/psikolog)
  • Berkelanjutan (asesmen dilakukan secara periodik)

 

  1. Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di SLB

Pembelajaran mendalam bukan hanya menghafal, tetapi mendorong anak untuk mengalami, memahami, dan menerapkan.

  • Karakteristik Deep Learning:
  • Berpusat pada anak
  • Kontekstual, terkait dengan kehidupan sehari-hari anak
  • Mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif (4C)
  • Mengintegrasikan nilai karakter dan kemandirian
  • Langkah Implementasi:
  1. Pemahaman Bermakna (Meaningful Learning)
    Guru mengaitkan materi dengan pengalaman nyata anak (contoh: belajar berhitung dengan uang jajan).
  2. Pertanyaan Pemantik
    Membuat anak berpikir, misalnya: “Mengapa kita harus mencuci tangan sebelum makan?”
  3. Aktivitas Kolaboratif
    Siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil sesuai kemampuan.
  4. Produk Belajar Nyata
    Anak menghasilkan karya sesuai levelnya (gambar, prakarya, keterampilan hidup).
  5. Refleksi
    Guru dan siswa bersama-sama mengevaluasi pengalaman belajar.
  6. Peran Moderator (Dr. Deded Koswara, S.Pd, M.M.Pd

Sebagai moderator, Dr. Deded Koswara memiliki peran:

  • Mengarahkan jalannya diskusi terkait identifikasi, asesmen, dan pembelajaran mendalam di SLB.
  • Memastikan fokus pembahasan tetap pada implementasi Kurikulum Merdeka di SLB.
  • Menjembatani pemikiran narasumber dan peserta agar lebih aplikatif dalam konteks layanan pendidikan ABK.
  • Memberikan refleksi akhir berupa benang merah:

“Identifikasi dan asesmen yang tepat adalah kunci keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam di SLB.”

  1. Kesimpulan
  • Identifikasi → mengenali hambatan dan potensi anak.
  • Asesmen → merumuskan kebutuhan belajar spesifik.
  • Pembelajaran Mendalam → memastikan anak belajar aktif, kontekstual, dan bermakna.
  • Kolaborasi antara guru, orang tua, tenaga ahli, dan moderator sangat penting dalam menciptakan layanan pendidikan inklusif yang berkualitas.
Previous Post

MPLS SLB AKIRRA 2 CIREBON

Next Post

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SLB Akirra 2 Cirebon

Next Post
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SLB Akirra 2 Cirebon

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SLB Akirra 2 Cirebon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SLB AKIRRA 2 KABUPATEN CIREBON

Copyright © SLB AKIRRA 2 2021 by. Kulani Andri Prianto - Themes-JNews

Navigate Site

  • Home
  • Profil
  • Modul
  • Berita
  • Kelas
  • Galery Kegiatan
  • Kesiswaan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Latar Belakang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tentang Kami
  • Modul
    • Modul Tamanan
    • Modul PKKN
    • Modul Matematika
    • Modul Projek
  • Berita
  • Kelas
  • Galery Kegiatan
  • Kesiswaan

Copyright © SLB AKIRRA 2 2021 by. Kulani Andri Prianto - Themes-JNews

WhatsApp us