
Inilah hari yang menyenangkan bagi sekelompok anak berkebutuhan khusus (ABK) SLB Akirra 2 Desa Pasalakan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Bagaimana tidak, mereka akan belajar meronce di Aula Sekolah SLB Akirra 2, Selasa (1/3/2022). Anak-anak diajak meronce manik-manik.
Ruang Aula Sekolah adalah salah satu fasilitas ruangan di SLB Akirra 2 yang difungsikan untuk pembelajaran Siswa. SLB Akirra 2 adalah sebuah yayasan pendidikan yang didirikan pada tahun 2016 bergerak dalam bidang pelayanan pendidikan anak Tuna Rungu, Tuna Grahita dan anak berkebutuhan khusus.

Dalam kegiatan pembelajaran mereka berbaur, belajar di Aula bersama Diketuai Oleh Bp. Guru Faisal Hidayat. Dan mereka belajar di ruang Aula didampingi oleh guru kelasnya masing-masing.
Anak-anak ABK belajar di ruang Aula dengan berbagai kegiatan terapi. Kali ini mereka akan diterapi dengan kegiatan meronce. Mereka ditugaskan membuat gelang dari manik-manik. Manik-manik disiapkan oleh sekolah..
Kegiatan meronce bertujuan untuk melatih motorik halus, kesabaran, ketelatenan, dan kreativitas. Selain itu, juga ada maksud lain yaitu mengajarkan kepada anak-anak mengenai keterampilan meronce. Diharapkan setelah lulus sekolah nanti mereka bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan menggeluti seni meronce.
“Anak-anak, masukkan ujung benang ke dalam lubang manik-manik! Pilih manik-manik yang kalian sukai,” kata salah satu Guru di SLB Akirra 2.
Tampak anak-anak antusias mengikuti pembelajaran. Mereka memilih manik-manik untuk dirangkai menjadi gelang. Semua berkonsentrasi memasukkan benang ke dalam lubang manik dengan mengikuti arahan Guru Pendamping. Para Guru Pendamping dengan telaten membantu anak-anak membuat gelang hingga jadi.
“Bu, roncean saya sudah jadi!” seru salah satu siswa yang terlihat senang.

Tak lama satu per satu Siswa selesai meronce. Para Guru Pendamping membantu menalikan gelang pada pergelangan tangan Siswa Senyum lebar menghiasi wajah mereka tatkala melihat hasil roncean yang sudah terpasang indah di tangannya.
Di akhir kegiatan Guru Pendamping memberikan refleksi kepada anak-anak, dengan bertanya apa yang disukai dan tidak disukai dari kegiatan meronce, manfaat, serta kesulitan-kesulitannya. Tak lupa Guru Pendamping memberitahukan jika gelang hasil roncean mereka bisa diambil dan dibawa pulang. Spontan anak-anak berteriak kegirangan.

