
Matahari pagi bersinar hangat di atas gedung SLB AKIRRA 2 CIREBON. Di balik pagar sekolah yang rapi, suasana tampak sedikit berbeda dari biasanya. Para guru mengenakan pakaian rapi dengan ekspresi penuh semangat, sementara para siswa tampak antusias dan juga sedikit tegang. Hari ini adalah hari penting—Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) dimulai.
SLB AKIRRA 2 CIREBON, sekolah luar biasa yang dikenal akan pendekatannya yang inklusif dan penuh kasih sayang, tengah mempersiapkan evaluasi akhir bagi siswa-siswi tingkat akhir dari berbagai jenjang—baik jenjang SDLB, SMPLB, maupun SMALB.
Di ruang kelas 9, tampak , seorang siswa tunagrahita ringan, sedang duduk dengan serius di hadapan lembar soal yang telah disesuaikan. Guru pendamping, Ibu Adinda dan Ibu Yuyun, berada di sudut ruangan, memberikan dukungan tanpa mengganggu konsentrasi anak-anak.
Kepala Sekolah, Ibu Leli Yarsih,S.PD,M.PD, memantau jalannya PSAJ dari ruang guru. Beliau tersenyum bangga menyaksikan para siswa melangkah mantap menuntaskan perjalanan mereka di jenjang ini.
“Penilaian ini bukan hanya tentang nilai, tapi tentang melihat sejauh mana mereka berkembang, belajar, dan siap melangkah ke fase berikutnya dalam hidup,” ujarnya kepada guru-guru yang mendampinginya.
Hari demi hari, penilaian berlangsung dengan penuh semangat dan dukungan dari semua pihak—guru, orang tua, bahkan sesama siswa. Di akhir pekan, dilakukan penutupan sederhana. Para siswa yang telah menyelesaikan ujian diberikan apresiasi, bukan hanya berdasarkan prestasi akademik, tetapi juga atas semangat, kerja keras, dan kemajuan pribadi mereka.
Tepuk tangan meriah memenuhi aula kecil sekolah saat nama-nama mereka dipanggil satu per satu. Tak sedikit orang tua yang menitikkan air mata haru melihat anak-anak mereka berdiri penuh percaya diri di depan.
Penilaian Sumatif Akhir Jenjang di SLB AKIRRA 2 CIREBON bukan sekadar ujian akhir—ia adalah simbol dari pencapaian, ketekunan, dan bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, setiap anak bisa tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.



